Pov Mandala Aku dan Amaya. Kami duduk saling berhadapan disofa yang berseberangan. Dari jarak ini, aku bisa melihat dengan jelas matanya yang sembab dan tubuhnya yang sedikit kurus dari sebelumnya. Hal yang lantas membuat perasaan bersalah kembali menghinggapi hati ini. Namun itu sama sekali tidak mempengaruhi keputusanku untuk berpisah dengannya. Aku tidak bisa memaksakan diriku untuk terus bertahan dengannya tanpa perasaan cinta. Lebih dari itu kini statusku adalah seorang suami juga seorang ayah. Seminggu lebih kami saling diam tanpa komunikasi sama sekali. Aku menganggap diamnya sebagai penerimaan atas keputusanku. Bagiku hubungan kami telah selesai. Namun entah bagi Amaya ... "Ada apa?" tanyaku kaku, tak tahu bagaimana harus memulai pembicaraan kami, sedangkan keheningan diantara

