Pov Mandala "Maas ...." Suara Nailis yang terdengar sedikit mendayu itu jelas sekali menyiratkan sesuatu. Kulirik istriku yang duduk disofa sambil memainkan jari-jarinya itu. "Enggak ...," tegasku santai. Meski Nailis belum mengatakan sepatah katapun apa yang ingin disampaikannya. Aku sudah menduga kemana arah pembicaraannya. "Amaya, kan?" tebakku, dan diamnya sudah menjawab semuanya. Aku sudah menduga, selain menerorku seharian ini. Ibuku juga pasti meneror Nailis, dan istriku itu pasti merasa tidak enak hati menolak permintaan mertuanya. "Ibu bilang apa tadi?" kutarik tangannya supaya duduk lebih mendekat. Sedari tadi aku sudah melihat gelagat aneh dari Nailis. Ia sering mengikutiku, menatapku ragu seperti hendak mengatakan sesuatu dan nampak kebingungan. "Apa salahnya menjenguk Mb

