Pov Mandala ( Dilema )

1054 Kata

Aku menyempatkan membaca puluhan pesan yang dikirimkan Amaya satu demi satu. Pesan-pesannya yang dengan sengaja kuabaikan selama beberapa hari ini. Seperti yang kuduga, intinya selalu sama seperti pesan-pesan terdahulu ketika kami sedang bertengkar. Karena seringnya pertengkaran kami pemicunya selalu sama, yakni sifatku yang terlalu cuek sehingga Amaya merasa diabaikan dan merasa tidak dianggap olehku. Kutarik nafas berat demi menguatkan tekadku untuk mengakhiri hubungan kami. Biasanya jika Amaya menangis dan berujung sakit setelah aku memutuskannya. Dengan mudahnya aku luluh, tidak tega dan akhirnya aku mengalah, mengabaikan rasa hambar yang mendera hati ini. Bukannya aku tak pernah bahagia saat bersama Amaya. Tentu saja ada kalanya aku merasa nyaman dan menjalani hubungan kami dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN