Pov Mandala Aku menoleh pada wanita yang kini telah berstatus sebagai istriku itu. Nailis duduk bersandar dikursi penumpang dengan mata terpejam, namun entah apakah ia benar-benar tidur atau hanya pura-pura saja untuk menghindari pembicaraan denganku. Sementara dipangkuannya Leon begitu anteng mengawasi jalanan didepannya yang penuh dengan lalu lalang kendaraan. Tatapan kembali aku fokuskan ke jalanan namun pikiranku terus melayang mengingat kejadian pagi tadi dimeja makan, saat Nailis menatap layar ponselku yang memperlihatkan panggilan dari Amaya. Apa Nailis menyadari kegugupan wajahku? Apa dia mencurigai sesuatu? Karena setelah itu kurasakan sikapnya begitu berbeda. Biasanya Nailis memang tidak banyak bicara. Bahkan seringnya percakapan kami terjadi karena aku yang memulai lebih dul

