Empat hari tanpa kabar dari Nailis, rasanya benar-benar membuatku seperti orang tidak waras. Tak terhitung berapa kali aku menengok benda pipihku itu dan tak terhitung berapa kali aku mendial nomor Nailis ataupun ayah mertuaku. Tapi hasilnya tetap sama saja, nihil. Nomor mereka masih belum juga aktif sampai saat ini. Beginikah dulu yang dirasakan Amaya? Rasanya aku seperti mendapatkan karma dari apa yang dulu kuberlakukan pada mantan kekasihku itu. Aku selalu menganggap kekhawatiran dan kekesalannya sebagai sesuatu hal yang sepele dan terlalu dibesar-besarkan ketika aku tidak membalas pesannya atau ketika aku susah dihubungi. Tapi kini, aku merasakannya sendiri dan ternyata rasanya luar biasa, begitu menguras hati dan pikiran. Terlebih lagi, kami dipisahkan jarak puluhan kilo. Kuusap waj

