Pov Nailis Terlalu sulit menyembunyikan air mata ini, meski pada akhirnya aku bisa menutupinya dengan sebuah alasan di depan Mas Mandala. Di dunia ini, tidak di desa tidak juga di kota. Ternyata ada saja kutemui manusia bermuka dua. Terlihat baik didepan tapi menusuk dibelakang. Maafkan aku, Tuhan. Bukannya aku ingin mengatai ibu mertuaku sendiri. Hanya saja memang pada kenyataannya dimanapun kita berada pasti akan menemui orang-orang semacam itu. Tapi mau bagaimana lagi, semua yang dikatakan beliau adalah kebenaran. Fakta yang tak bisa kupungkiri. Kuakui, aku bukanlah orang yang bisa dengan mudah mengakrabkan diri dengan siapapun. Aku butuh modal kenyamanan untuk bisa menjadi sangat dekat dengan seseorang, dan aku menemukannya dengan beberapa orang saja. Salah satunya adalah dengan su

