Aku tidak ingin bercerai

1385 Kata
Wajah Dave terlihat masam, mana mungkin dia tidak kasihan pada putrinya? Perusahaan Keluarga Winarto sangat besar, tapi keluarga Dave adalah keluarga yang paling tidak disukai orang-orang. Alasannya karena selama ini Tuan Besar Winarto lebih memercayai Dave, sehingga membuat semua orang cemburu padanya. Disisi lain, Tuan Besar Winarto malah tiba-tiba sakit dan meninggal dunia sebelum membuat surat wasiat. Akibatnya, ayahnya Robert, Bobby sebagai putra sulung tentu saja mengambil alih seluruh perusahaan Keluarga Winarto. Orang yang awalnya tidak memiliki harapan untuk menjadi kepala keluarga tiba-tiba menjadi pemegang kuasa terbesar di Keluarga Winarto. Dia tentu saja mulai menghancurkan keluarga Dave. Mereka memang tidak berani mengusir keluarga Dave secara langsung, tapi mereka menyerahkan seluruh pekerjaan yang melelahkan di perusahaan kepada Eleanor. Selain itu, suaminya Eleanor juga sangat tidak berguna, jadi tidak ada orang yang dapat membela keluarga Dave dan secara alami mereka menjadi bahan tertawaan seluruh Keluarga Winarto. Kalau saja Leonardo memiliki latar belakang yang hebat, Bobby dan yang lainnya juga tidak berani melakukan hal ini. Oleh karena itu, Leonardo benar-benar mencakup alasan yang sangat besar. Akan tetapi, Dave tidak dapat mengatakan apa pun tentang masalah perceraian. Alasan pertama adalah dia merupakan anak yang sangat berbakti, jadi dia tidak mungkin membantah ucapan Tuan Besar Winarto. Kedua, di Kota Veo, Keluarga Winarto termasuk sebagai keluarga kaya raya. Jadi mereka mana mungkin menikah dan bercerai dengan sesuka hati? Meskipun Bobby dan yang lainnya sangat merendahkan Leonardo, mereka juga tidak akan membiarkan Keluarga Winarto kembali dipermalukan karena mereka. Pernikahan tiga tahun yang lalu sudah cukup membuat malu di Kota Veo. Setelah beberapa tahun berlalu, hal ini sudah hampir dilupakan oleh semua orang. Kalau mereka bercerai, pasti akan menjadi lelucon yang lebih besar lagi. Setelah mendengar percakapan mereka berdua, Eleanor pun menundukkan kepala dan tidak mengatakan apa pun, Leonardo juga mendesah dalam hati. "Ibu, kalian tidak perlu bertengkar lagi, aku dan Eleanor akan bercerai." Suara teriakan Vivi segera berhenti, Dave juga segera membuka mata dengan besar untuk menatap Leonardo. Bahkan Eleanor juga mengangkat kepalanya. Hanya saja, tatapan mata Eleanor terlihat sangat rumit. "Apa yang kamu katakan? Apakah kamu serius?" Vivi segera berdiri sambil menatap Leonardo dengan senang. "Karena aku sudah mempermalukan Keluarga Winarto, juga membuat Eleanor menderita, maka aku akan pergi," kata Leonardo dengan pelan. "Baik!"Mendengar ucapan itu, Vivi sangat senang. Dia segera memalingkan tubuh dan pergi mengambil sebuah berkas dari kamar. Kemudian segera melemparkannya di atas meja. Dua kata surat perceraian itu terlihat sangat menusuk mata. "Tanda tangan! Tanda tangan sekarang juga!"Vivi sudah mempersiapkannya dari awal! Leonardo menarik napas dalam-dalam dan bersiap-siap untuk menandatanganinya.Walaupun dia pergi hari ini, dia juga tidak akan pergi selamanya. Eleanor adalah orang yang dia sukai.Setelah dia kembali lagi, dia pasti akan membuat Eleanor menikmati seluruh kejayaan. "Aku tidak ingin bercerai.”Saat ini, suara Eleanor terdengar dan membuat gerakan Leonardo tiba-tiba berhenti. Nada bicaranya sangat tenang, tapi makna di dalam ucapannya sangat tegas. "Eleanor, apakah kamu sudah gila? Dengan wajah cantikmu, meski menikah lagi juga masih ada banyak pria muda yang sedang menunggu untuk kamu pilih. Kenapa kamu ingin menghabiskan waktumu dengan orang yang tidak berguna?" ucap Vivi dengan wajah heran. Vivi sama sekali tidak menyangka dirinya yang terus berusaha untuk mengubah pemikiran Dave dan sekarang sudah membuat Leonardo hampir menandatangani surat. Tapi, Eleanor sendiri yang tidak bersedia untuk bercerai. "Tidak, meskipun selama tiga tahun ini Leonardo tidak memiliki prestasi apa pun, juga tidak melakukan hal besar, dia juga sudah banyak berkontribusi, bahkan dia sendiri yang melakukan seluruh pekerjaan di rumah ini. Saat kita sedang tidur, dia sudah bangun untuk membuat sarapan. Ketika kamu pergi bermain Mahjong, dia sedang mencuci pakaian dan mengepel lantai. Dari beberapa hal ini, apa yang tidak dia lakukan?" "Dia memang tidak berkemampuan, tapi selama tiga tahun ini dia tidak pernah membiarkanku kelaparan. Meski aku lembur sampai jam dua belas malam, dia juga akan mengantarkan makanan untukku. Aku memang memandangnya rendah karena tidak berguna, tapi aku tidak membencinya." "Selain itu, paman tertua juga tidak akan membiarkan kami bercerai. Harga diri Keluarga Winarto jauh lebih penting dari keluarga kita."Seiring dengan ucapan Eleanor, seluruh ruangan menjadi hening. Tangan Leonardo yang sedang menggenggam pena sedikit gemetaran. Dadanya juga berdebar kuat beberapa kali. Bahkan menghadapi orang-orang Keluarga Salim, dia juga tidak pernah begitu bersemangat, tapi saat ini dia tidak dapat mengontrol perasaannya. Leonardo selalu merasa semua hal yang dia alami dari kecil dan ditambah dengan penderitaan tiga tahun ini sudah membuatnya memahami isi hati orang di dunia dan melatih hatinya menjadi sekeras batu. Namun, ucapan Eleanor ini benar-benar menyentuh hatinya yang paling dalam. Ternyata di dalam hati Eleanor, Leonardo bukan begitu tidak berguna. Leonardo dapat mendengar dari ucapan Eleanor bahwa wanita ini pasti memiliki perasaan padanya, tidak peduli berapa besar tapi pasti ada. Eleanor tidak pernah mengatakan hal seperti ini di hadapannya. Dulu Leonardo juga tidak pernah memikirkan apa yang Eleanor pikirkan tentang dirinya. Bukankah seseorang harus berjuang keras untuk sesuatu yang berharga tanpa memedulikan apa pun? Sekarang, Leonardo sepertinya sudah menemukan hal yang pantas untuk membuatnya berubah. "Leonardo! Kalau kamu benar-benar mencintai Eleanor, maka jangan membuang waktunya! Tanda tanganlah!" Karena Vivi tidak dapat membujuk Eleanor, jadi dia kembali tertuju pada Leonardo. Akan tetapi, kali ini Leonardo sama sekali tidak menghiraukan ucapannya. Dia segera memalingkan tubuh dan menyeka air mata Eleanor dengan pakaiannya. Saat ini, sepasang mata Eleanor terlihat merah dan berlinang air mata. Dia tampak seperti Bunga Pear yang tersiram air hujan, sangat membuat orang tidak tega. ”Eleanor, asalkan kamu mau, meski yang kamu inginkan adalah bintang di langit, aku pasti akan mengambilnya untukmu. Lalu mengantarkannya ke hadapanmu dengan sepasang tanganku.” "Meskipun seluruh dunia ini, aku juga bersedia memberikannya padamu!” Detik ini, aura Leonardo terlihat sangat mendominasi dan sama sekali tidak terlihat seperti orang yang tidak berguna. Dia terlihat seperti pedang suci yang tersembunyi selama bertahun-tahun. Di saat pedang suci muncul, dia akan mengejutkan semua orang. Bahkan Vivi yang arogan saat ini juga tercengang. Melihat Leonardo yang begitu asing, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Eleanor tiba-tiba bertanya, "Apakah yang kamu katakan ini benar?” Eleanor bahkan tidak sadar kalau dirinya bahkan mempercayai ucapan Leonardo saat ini. Mungkin karena saat ini Leonardo terlihat sangat mendominasi, begitu mendominasi hingga membuat orang tidak dapat membantah. "Semua ini benar. Kamu hanya perlu menganggukkan kepala dan aku akan melakukan segalanya untukmu.” ucap Leonardo dengan serius. ”Baik! Aku tidak menginginkan bintang dilangit, juga tidak menginginkan seluruh dunia ini. Aku hanya tidak ingin diremehkan dan ditertawai lagi. Aku ingin membuat semua orang yang meremehkan kita tahu kalau mata mereka sudah buta!”Setelah berkata, suara Eleanor sudah serak. Dia seolah-olah menggunakan seluruh tenaganya untuk meneriaki perkataan ini. Karena seluruh pandangan rendah yang Eleanor terima karena Leonardo selama tiga tahun ini dan ditambah dengan perlakukan hari ini benar-benar membuat Eleanor tidak dapat menerima dan sudah hampir meledak. "Baik!"jawab Leonardo dengan singkat, lalu memalingkan tubuh dan pergi. Di belakangnya, Vivi dan Dave sedang saling bertatapan. Sedangkan Eleanor sedang memeluk kedua tangannya dan jongkok dengan perlahan. Seolah-olah seluruh tenaganya sudah habis terkuras. Di pusat Kota Veo. Seorang gadis muda seusia Leonardo sedang duduk di sisi Leonardo dan sedang melihat pemandangan bersamanya. Wanita ini memiliki mata yang cerah dan wajah yang cantik. Dia mengenakan pakaian yang bagus, juga memiliki aura yang luar biasa. Terlihat jelas kalau dia adalah putri dari keluarga kaya. ”Kak Leonardo, apakah kamu akhirnya sudah memutuskan untuk kembali ke Keluarga Salim?"tanya Angeline dengan nada pelan. Menghadapi Angeline, sikap Leonardo tidak sedingin saat menghadapi orang tua di toko ukiran batu giok itu. Bagaimanapun, Angeline adalah salah satu dari beberapa orang di Keluarga Salim yang dekat dengannya. "Apakah keluarga yang menyuruh orang untuk mengubah ukiran batu giok singa itu? ”tanya Leonardo. "Iya!"Angeline menganggukkan kepala perlahan dan berkata,’’Keluarga merasa giok singa yang sama persis ditambah dengan maksud yang diisyaratkan oleh pemberi hadiah akan membuat mereka teringat dengan Kak Leonardo.”Leonardo tertawa, di mata Keluarga Winarto, dia hanyalah orang tidak berguna. Meskipun isyarat yang diberikan oleh pemberi hadiah sangat jelas, mereka juga tidak akan percaya kalau Leonardo adalah keturunan Keluarga Salim. Selain itu, selamanya mereka juga tidak akan percaya kalau seorang Leonardo yang tidak berguna dapat memberikan mas kawin sebesar satu miliar sembilan ratus sembilan puluh juta. Keluarga Salim begitu percaya diri, tapi mereka tidak tahu apa yang dialami Leonardo selama tiga tahun ini. Angeline lanjut berkata”Kak Leonardo, keluarga besar mengatakan asalkan kamu bersedia kembali, maka seluruh penderitaan yang kamu alami tidak akan sia-sia kamu terima.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN