Amarah Leon

1021 Kata

Aeris memutar bola mata malas mendengar ucapan sang ibu. "Ibu lebay banget, deh, perasaan tiga hari yang lalu Ibu baru ketemu sama Aeris." Hana terkekeh mendengar jawaban putri bungsunya. "Bagaimana? Apa sudah membuahkan hasil?" "Maksud, Ibu?" tanya Aeris tidak mengerti. "Cucu," jawab Hana sambil menunjuk perut Aeris. Aeris mengusap wajah kasar. Hana selalu saja menyinggung soal cucu jika mereka bertemu. "Belum." "Kok, belum? Kamu nggak ngikutin saran yang Ibu kasih?" "Sudah." Dalam hati Aeris meminta maaf karena membohongi Hana lagi. "Kenapa sampai sekarang kamu belum hamil? Kalian menikah sudah hampir dua bulan, loh?" "Kalau Tuhan belum memberi Aeris bisa apa?" ucap Aeris agar Hana tidak bertanya tentang cucu lagi. "Lebih rajin lagi bikinnya, kalau perlu setiap hari," celetuk He

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN