“Selama pacaran sama Ali, lo kelihatan bahagia terus ya,” ucap Lala memandangi sahabatnya yang sedang sibuk menggores-goreskan tinta pulpen diatas buku tulisnya. Sesaat gadis itu beralih menatap sahabatnya yang sedang memperhatikannya sembari tersenyum. “Masa sih? Perasaan biasa aja,” balas Prilly kemudian kembali berkutat dengan buku pelajarannya. "Eh tapi kenapa sekarang lo kelihatan jauh sama Ali, bahkan dari kemarin kalian gak berangkat sekolah bareng. Kalian berantem ya?" Prilly meletakkan pulpennya kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap Lala. Tiba- tiba Prilly terkekeh kecil saat menyadari perjanjiannya dengan Ali malam itu. Konyol memang, dan pasti itu sangat membuat Ali kesal. Jujur Prilly juga sangat merindukan Ali. Sejak kemarin mereka belum bertemu karena Ali kini sed

