Makin hari, Prilly makin giat menyelesaikan tugasnya. Prilly sempat kaget saat melihat nilai- nilainya yang benar-benar hancur. Beberapa saat yang lalu Ali menelfonnya untuk menanyai apakah ia sudah makan atau belum. Prilly terpaksa berbohong karna ia tak ingin Ali mengomelinya karna pasti Ali akan marah. Prilly bukannya tak ingin makan, hanya saja tugas yang menumpuk membuatnya melupakan rasa lapar yang menghampirinya. Namun tiba-tiba tangan Prilly yang sedari tadi membolak- balikkan bukunya terhenti saat merasa kepalanya berdenyut. Ponsel Prilly yang berdering membuat Prilly melirik kearah ponselnya. Ternyata pesan dari Ali. Sayang, aku pergi dulu ada urusan ya. Kamu jangan belajar terus. Sekarang kamu lagi apa? Lagi istirahat sayang, kepala aku agak pusing nih. Tapi jangan khawatir ya,

