POV ARION Di sepanjang jalan aku merengkuh dia dalam pelukanku, kami sekarang di dalam taksi menuju apartemennya. Ku lihat dia yang dari tadi menggeliat gelisah di dalam pelukanku. “Ay..” Desisku karena dia terus mengecupi leherku yang membuatku tidak bisa berpikir jernih. “Ay.. Ayang.. dengerin aku.. sabar ya.. bentar lagi kita sampai..” Imbuhku menatapnya intens, sambil menangkup kedua pipinya dengan ke dua tanganku. “Panas ion.. tolong.. ini sangat tidak nyaman.. sangat menyiksa..” Desisnya pelan lalu aku langsung mendekapnya erat, aku tau dia pasti sangat tersiksa sekarang. Sesampainya di depan apartemennya, aku langsung menggendongnya ala bridal style. Dan aku langsung memasukkan nya ke dalam bathtub sesampainya di kamar. Aku menyalakan kran air hangat untuk mengguyur tubuhnya a

