Bertemu Mantan

1235 Kata
POV ARION Ku lajukan motor meninggalkan kampus dan bersiap menuju rumah. Sebenarnya malas aja ketemu Angel, nyesel gue pacarin tuh cewek. Sikapnya gak ada sopan santunnya.. sama kakak gue aja kayak gitu, apalagi yang lebih tua.. bisa-bisa di pecat bunda jadi anaknya. Lagian untuk apa gue pikirin, bodoh amat deh.. gue juga gak serius sama dia. Waktu gue berhenti di stopan lampu merah.. mata gue melihat seseorang yang gak asing, duduk di halte bus. Dan benar saja.. mata gue emang langsung konek kalo lihat dia, cewek yang dari tadi terus mangkal di otak dan pikiran gue. Tentu saja gue gak akan buang kesempatan, apalagi melihat dia memakai baju formal kantoran kemeja blazer dan rok span.. sangat cantik dan anggun emang pujaan hati gue. Ya.. Pujaan hati, karena entah kenapa otak dan hati gue selalu memuja dia dari waktu pertama kali ketemu dia di Bandara. Sebenarnya bukan pertama kali, karena gue kenal dari kecil. Tapi entah kenapa.. jantung gue tiba-tiba berdetak kencang saat melihat dia di Bandara, dengan perubahannya dari itik buruk rupa menjadi angsa yang sangat cantik. “Nona.. ayo gue anterin..” Seru gue dengan keras, tepat saat gue berhenti di depan dia. Dia langsung mendongak melihat ke arahku dan berjalan mendekatiku tapi tetap dengan muka datarnya yang cantik. “Lo gak lihat.. kira-kira dong kalo kasih tumpangan” Ketusnya, sambil matanya melirik ke roknya. “Udah naik aja.. jam segini lama kalo nunggu bisnya, nih tutupin pake jaket gue biar pahanya gak ngayap kemana-mana..” Sambil menyerahkan jaket gue. “Siapa juga yang mau naik bis..” Gerutunya pelan yang masih bisa gue dengar, lalu dia naik ke atas motor. “Udah belum.. pegangan yang erat nanti jatuh” Ku tolehkan kepala gue ke arah belakang sambil benerin jaketnya, untuk nutupin pahanya.. gak rela juga kalo banyak orang yang liat. Lalu mengambil kedua tangannya untuk melingkarkannya pada perut gue. “Gue bukan anak kecil ion..” Katanya dengan jutek, tapi malah buat gue tambah gemes deh. Gue lajukan motor gue tanpa menjawab kata-katanya. Ada perasaan yang hangat dan nyaman menembus relung hati gue, waktu dia memeluk gue dari belakang. Meskipun jantung gue udah gak bisa di ajak kompromi. Rasanya ada desiran aneh dari dalam diri gue, membuat gue ingin terus lama berada di dekatnya. Ku berhentikan motor gue di depan sebuah cafe.. untuk mengajaknya makan, agar gue bisa lama-lama sama dia. “Ngapain berhenti disini ion?” Tanyanya. “Makan dulu nona.. laper, lepas dulu non pelukannya. Nanti setelah turun lo boleh peluk lagi kok, sepuas hati lo..” Kata gue menggodanya. Dan sontak matanya langsung membola, dengan ekspresi yang lucu buat gue pengen cubit tuh pipinya. “GR banget sih lo..” Sambil memukul punggung gue. “Astaga non.. belum sah juga kita, udah main KDRT aja..” Goda gue, meskipun pukulannya gak sakit sama sekali bagi gue lalu dia langsung turun dari motor. “Lo mau makan apa non?” Tanya gue waktu kita sudah duduk memesan makanan. “Gue belum laper ion.. tadi sudah makan di kantor, cappucino aja deh” Jawabnya. “Oke.. minumnya saya pesan cappucino satu sama lemon tea-nya satu, terus makannya pesen menu yang ini satu saja mbak” Tunjuk menu makanan yang gue pesen pada pelayan cafe yang mencatat pesanan kami. “Oke kakak.. di tunggu pesanannya ya..” Kata pelayan cewek itu. “Lo kerja non? Padahal belum lama tiba di sini..” Tanya gue. “Di suruh papa bantu di kantornya..” Lanjutnya. “Ion.. gue ke toilet dulu” Pamitnya langsung berdiri dan berjalan menuju toilet. Pov. End *** POV AUTHOR Aileen berjalan terburu-buru ke toilet, tapi tiba-tiba saja dia menabrak seorang pria.. sampai dia terhuyung ke belakang meskipun tidak sampai jatuh. “Eh, sorry ya.. “ Aileen mendongakkan kepalanya karena pria itu lebih tinggi darinya. Dan langsung membelalakkan matanya kaget, Dia sangat mengenali siapa pria yang menabraknya tadi. Apalagi di sebelahnya ada seorang wanita cantik yang bergelayut manja pada lengannya. “Gue juga minta maaf.. gak lihat jalan juga” Suara pria itu, yang menyadarkan keterkejutannya. “Kenz..” Gumam Aileen tapi masih bisa di dengar oleh mereka. “Beb, kok dia tahu namamu.. kamu kenal dia?” Tanya perempuan itu, lalu pria itu yang bernama Kenzo hanya menggelengkan kepalanya. ‘Dia masih sama seperti dulu, meskipun tubuhnya tumbuh lebih tinggi dari terakhir kali aku melihatnya.. tapi wajahnya masih tetap sama tidak berubah..’ Batin Aileen. “Gu-e permisi dulu” Cepat-cepat Aileen pergi dari hadapan mereka. Setelah sampe di toilet, dia berusaha menormalkan detak jantungnya karena kaget bertemu dengan laki-laki yang pernah menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya. Kenzo mantan pacar dan cinta pertamanya.. Flashback Beberapa siswa laki-laki tampak sedang duduk santai di pinggiran lapangan sekolah, setelah lelah bermain futsal. “Kenz, lo serius beneran pacaran sama Aileen?” Tanya seorang cowok pada Kenzo. “Enggaklah ogeb.. kalau bukan karena permainan Truth or Dare sialan itu, ogah gue pacarin si gentong. Dekat dia aja gue males..” Jawab Kenzo. “Sialan lo.. kenapa gak lo putusin tuh anak, kasihan juga tuh anak jadi babu lo..” Kata temannya. “Nantilah.. masih fungsi juga, buat kerjain tugas-tugas dan PR gue soalnya tuh gentong otaknya cerdas” Sahut Kenzo. “Terus.. cewek lo Chika, gak marah lo pacarin tuh gentong?” Yang lainnya ikut penasaran bertanya. “Enggaklah bro.. Chika sudah tau alasan gue gak sengaja pacarin tuh cewek. Lagian apa yang mesti di buat iri sama Chika.. masih cantikan Chika kemana-mana” Kata Kenzo. Karena mereka terlalu asyik mengobrol, sampai tidak tau di belakang mereka berdiri seorang perempuan bertubuh tambun yang terlihat diam mematung dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia adalah Aileen.. niat hati ingin menghampiri pacarnya Kenzo untuk memberikan dia minum tapi justru dia di buat syok dengan ucapan pacarnya itu. Flashback off. Dia tidak menyangka akan bertemu dengannya setelah sekian lama, dan sekarang dia juga sudah punya pacar baru lagi. Setelah dari toilet dia melangkahkan kakinya menuju ke Arion. Dan belum usai dari keterkejutannya, dia di buat syok lagi.. waktu melihat kenzo dan pacarnya ternyata duduk semeja dengan Arion. “Hai non.. sini duduk sebelah gue” Panggil Arion sambil menepuk kursi di sebelahnya. Tapi reaksi Aileen cuma diam mematung, pada akhirnya Arion menghampiri nya. Memegang tangan Aileen dan menuntunnya untuk duduk. “Gak papa kan mereka gabung.. perkenalkan dia sepupu gue namanya Carla dan cowoknya Kenzo..” Memperkenalkan meraka pada Aileen. “Hai.. gue Carla, lo cewek yang tadi kan?” Tanya Carla sambil menyodorkan tangannya. “Hemm..” Aileen hanya bergumam, lalu menjabat tangan carla sambil menganggukkan kepalanya. Dia sedikit gelisah dan tidak nyaman karena harus satu meja dengan mereka. “Dia pacar lo ar?” Tanyanya pada Arion. “Ya.. gue pacarnya” Bukan Arion yang jawab, tapi Aileen yang menyahut dengan cepat. Dia juga merangkul lengan Arion, yang membuat sang empunya kaget sambil menatap Aileen intens. Dan melihat mata Aileen yang seperti menyiratkan sebuah permohonan, akhirnya menolehkan kepalanya menghadap Carla dan menganggukkan kepalanya. “Oh ya.. lo tadi tau nama cowok gue.. lo kenal sama cowok gue leen” Tanya Carla dan lagi-lagi Aileen hanya menganggukkan kepalanya. “Lo kenal kak kenzo Ay..” Tanya Arion. “Teman SMA” Jawabnya. “Wah.. benarkah, pantas saja wajah lo gak asing waktu pertama kali liat. Tapi gue agak-agak lupa..” Sahut Kenzo antusias. “Siapa nama pacar lo?” Tanya Carla pada Arion karena tadi Aileen tidak menjawab pertanyaan nya. “Aileen..” Jawab Arion.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN