Kai sudah menunggu berjam-jam ketika dokter akhirnya keluar dan mengatakan bahwa proses operasi usus buntu yang dilakukan Clara berjalan lancar. Setidaknya dia bisa bernapas lega pada akhirnya. Clara akan baik-baik saja. Dia tahu itu. Gadis itu selamanya akan baik-baik saja. Sekuat apapun Kai memukulnya, sepahit apapun perkataannya, Clara akan tetap baik-baik saja. Benar, kan? Pria itu kemudian memasuki ruang rawat ketika dokter sudah izinkan dirinya menemui pasien. Dia melihat Clara yang matanya masih terpejam sempurna, wajahnya tetap pucat, dan Clara bernapas dengan damai. Dia masih bernapas, Kai. Tidak usah khawatir! Entah kenapa sedaritadi dia terus merasa tidak aman. Mata bulat Gadis itu langsung terlihat ketika Kai berada tepat disebelah ranjangnya, menatapnya kosong. "ini akibat

