Shelina mengerang tatkala suara dering ponselnya menganggu tidurnya. Perlahan matanya terbuka, ia langsung merasakan sepasang tangan kekar yang melingkar di pinggangnya dengan erat sementara wajah pria itu berada di ceruk lehernya. Shelina juga bisa merasakan kulit mereka yang bersentuhan langsung karena tidak terlapisi kain apapun. Tubuhnya terasa begitu pegal, sakit dan nyeri. Namun saat ponselnya berdering kembali, Shelina memutuskan untuk bangun. Shelina bergerak ingin melepas lingkaran tangan yang berada di pinggangnya, Alih-alih terlepas, justru pria itu malah semakin mempererat pelukannya. Mata pria itu pun ikut terbuka, dengan suara khas bangun tidurnya pria itu bertanya. "Kau mau pergi kemana? Jangan pergi!" kata Max sambil menatap wajah Shelina yang saat itu juga menatapnya. S

