-Shelina point of view- Aku terbangun, melihat kamar ku yang kosong seperti biasa. Hari sudah petang, aku bisa melihatnya dari jendela kamar ku yang menampakan langit berwarna oranye dengan matahari yang mulai tenggelam. Suhu ruangan tidak terlalu dingin, aku mengibaskan selimut yang menutupi sebagian tubuhku. Mata ku tertuju pada seorang pelayan yang berdiri di samping pintu. Menjaga ku. Aku duduk bersandar pada kepala ranjang, sebelum turun dari kasur. Rasa dingin kurasakan pada telapak kaki telanjang ku yang menyentuh lantai. Tubuhku terasa lemas. Perut ku sudah lebih baik dari sebelumnya. Pelayan yang berdiri di depan pintu langsung menghampiri ku. "Nyonya, anda mau kemana? Saya bantu." "Tidak, aku bisa sendiri." Aku menolak uluran tangannya, walau sebenarnya tubuhku terasa sangat

