Kamu bahkan tidak mengatakan apapun padaku. Kamu terus menyimpulkan pendapatmu sendiri. Kamu bertanya hal yang dasar dan menyimpulkan seenaknya. Bermain-main dengan pikiran dan khayalan mu, bagaimana aku bisa mengerti? Aku sudah memintamu mengeluarkan semua hal yang menganggu pikiran kecil mu, semua yang menyesakan d**a, tapi kamu tidak pernah terbuka padaku. Aku mengerti jika kamu tidak ingin terlihat seperti wanita yang lemah. Kamu menangis ataupun meminta bantuan ku pun aku tidak akan menganggapmu sebagai wanita yang lemah. Sebuah hubungan membutuhkan komunikasi 2 arah. Tapi dalam hubungan kita, aku bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan ataupun berbicara. Kamu bersikap seperti seseorang yang paling terluka dalam hubungan dan pertengkaran ini. Tapi bagaimana denganku

