Mengungkap Fakta

1895 Kata

Sambil menunggu operasi Clary, Nur Fatma duduk di bangku taman. Terselip sepucuk amplop cokelat hasil USG Clary tadi di tangannya. Perlahan Nur Fatma membuka hasil USG itu. Janin Clary memang tidak dapat di selamatkan lagi. Nur Fatma menghempas pundaknya di sandaran bangku. Terasa lelah sekali setelah melewati kejadian pahit bersama Clary. Sembari melamun, Nur Fatma teringat akan Wildan. Ia harus memberitahu laki-laki itu. Apa pun resikonya, Ia tak bisa berlama-lama menyembunyikan persoalan Clary. Biar bagaimana pun, Wildan harus mengetahui hal ini. Nur Fatma merogoh saku, mengambil handphone yang terselip di sana. Ia menarik napas, berusaha mencari nomor Wildan dan meneleponnya. Namun, belum sempat Nur Fatma melakukan panggilan itu, seseorang datang menghampirinya. “Fat….” Sebuah sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN