Angela tersenyum manis. Melihat dan menemani Rane berlatih sudah menjadi kebiasaannya beberapa hari terakhir ini, selain belajar memasak yang selalu mereka lakukan berdua. Rane juga bersikeras untuk membantu, walau pada akhirnya pemuda itu hanya mengacau saja. Membuat waktu memasaknya dua kali lipat lebih lama, tapi semua terasa lebih menyenangkan. Hidupnya terasa lebih berwarna, tidak hanya hitam dan putih seperti dulu, sekarang lebih didominasi warna merah muda atau warna merah menyala seperti api besar di atas telapak tangan Rane. Mereka tidak akan kedinginan karena selaku memiliki api. "Kapan aku bisa memiliki kekuatan sepertimu?" keluh Angela sedih. Sampai sekarang dia masih belum tahu apa kekuatannya, masih belum bisa membangkitkan. Rasa iri kepada mereka yang sudah bisa membangkit

