Freya berdiri mematung. Sementara Dannis melihat kemana arah pandangan mata Freya. Laki-laki itu mengangguk maklum. "Bukankah itu Pak Fahreza Zuchrufan, dosen pembimbing kamu kan, Sayang?" tanya Dannis pada Freya. Belum sempat Freya menjawab. Dannis sudah terlebih dahulu menggeret lengan gadis itu ke depan Pak Reza. Dosen itu memandang mereka berdua tajam. "Maaf, saya meminta izin atas nama Freya ya, Pak. Maaf kalau dia nanti telat bimbingan. Soalnya saya mau ngajak dia makan siang ke suatu tempat." Dannis tersenyum ramah pada Pak Reza. Jantung Freya berdegup kencang menunggu reaksi Pak Reza. Ia sungguh tidak menyangka kegoblokan mantannya itu. Ya kali dia memintakan izin pada suaminya sendiri. Pak Reza jelas akan berkata.... "Saya tidak mengizinkan!" tukas Pak Reza dingin. Tuh kan be

