Yuri terbahak-bahak sampai memegangi perut, sementara Rendra di depannya, dengan sabar dan tenang menunggu Yuri memuaskan rasa gelinya. Bisa-bisanya perempuan itu tertawa di saat Rendra akhirnya berani melewati garis yang dia jaga demi alasan kepantasan. Sudah lebih dari dua menit, sepertinya sudah cukup. "Ibu rencananya masih mau ketawa berapa menit lagi?" "Maaf, maaf," ujar Yuri di sela tawanya. Perempuan itu menarik napas panjang, usahanya untuk meredam tawa. "Maaf, ya, Re, habisnya kocak banget. Hampir aja gue percaya. Tapi, kalau lo mau dengar saran dari gue, tolong banget jangan lakukan itu. Yang romantis dikit lah." Rendra mendecakkan lidah. Nasib jadi orang slengekan. Kalau bercanda seringkali dianggap serius, dan sekalinya serius dianggap bercanda. Mendapati raut kaku Rendra

