Aurora terbangun. Ia menatap suaminya yang ternyata masih menemaninya. Aurora turun dari ranjang tidurnya. Ia mengambil minum lalu meminumnya perlahan-lahan. Aurora belum merasakan apa-apa. Ia masih terus berdoa agar usahanya ini berhasil dan tidak mengecewakan banyak orang nantinya. Hamil ditemani Kevin sudah Aurora bayangkan. Ia serasa menjadi seorang ratu yang tidak boleh melakukan apa-apa. Padahal Aurora sering kali mencari kesibukkan. “Ra, kenapa bangun? Apa kamu ingin sesuatu?” Aurora membuyarkan lamunannya. Ia melihat ke arah sosok pria yang sudah menemaninya beberapa hari ini. “Aku haus Vin. Ini habis minum,” ucap Aurora sambil menunjukkan gelasnya. “Apa kamu lapar? Ingin makan sesuatu?” “Apa ya? Enggak lapar juga sih. Tapi iseng pingin nyamil.” “Mau dip

