Mimpi Buruk

1847 Kata

Setelah menghabiskan banyak makanan. Kevin membayar semua makanannya.   “Mau makan apa lagi?”   “Masih kenyang Vin.”   “Hahaha, tidak apa-apa, kan masih berkuliner ria di sini.”   “Iya tapi nawarinnya seharusnya nanti satu atau dua jam lagi.”   Kevin tertawa. “Oke, aku akan mengingatnya nanti.”   Aurora dan Kevin masuk ke dalam mobil. Mereka berdua mulai menikmati indahnya kota New York.   “Kamu maunya ke mana nih? Aku tinggal menyetir saja.”   “Chelsea market saja bagaimana? Kan jaraknya juga lumayan nih. Jadi sampai sana bisa kuliner lagi sama kita lihat saja di sana ada apa saja.”   “Ok Nyonya, saya akan mengantarkan anda.”   Aurora tersenyum. Ternyata menikah itu tak seburuk yang dibayangkannya. Ini masih terlalu awal jika Aurora merasa semuanya baik-baik saja.  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN