Di salah satu gedung tinggi Kevin mulai melangkahkan kedua kakinya untuk masuk ke dalam kantornya. Wajah tampannya memang mampu mengalihkan para wanita yang ada di sana. Hanya saja pemilik dari Perusahaan ternama itu selalu saja menghadapi permasalahan yang bertubi-tubi sejak ia menikahi kekasihnya. Hubungan yang awalnya romantis, harmonis, kini jadi semakin renggang seiring berjalannya waktu. Mungkin hanya cinta Kevin yang tidak pernah hilang sama sekali. Kevin memasuki ruangannya dan sang Sekretaris langsung menyambutnya dengan hangat. Satu cangkir kopi, satu piring kecil snack untuk Kevin sudah tersaji di atas meja kerjanya dan satu tumpuk dokumen pekerjaannya juga sudah menanti kehadirannya. “Bagaimana hasilnya?” tanya Kevin sambil menyesap kopinya. “Masalah wartawan ke

