Rena menyiapkan masakan andalannya hanya untuk Aurora. Aurora merasa rindu dengan masakan buatan sekretarisnya itu. Aroma masakan bautan Rena tercium sampai ke ruang tamu. Aurora yang menghirupnya merasa lapar. Masakan Rena memang paling spesial. Aurora menghampiri Rena ke dapur. “Ren, mau minum apa?” “Ada saja gitu ya alasan buat ke dapur?” Aurora tertawa. “Haus Ren mau minum.” “Alasan saja, padahal tadi ada minum di depan.” “Aku ingin yougurt, pingin yang asam-asam,” ucap Aurora sambil memperlihatkan deretan giginya. “Terlalu banyak alasan,” ucap rena sambil menuangkan masakannya ke atas piring. Aroma masakkannya benar-benar membuat perut semakin terasa lapar. Aurora melihat apa yang di masak oleh Rena. Aurora menelan salivanya dengan susah payah, ia sudah

