“Ren mau lagi gak?” “Enggak Ra, aku sudah kenyang sekali.” “Woaaa, banyak sekali.” “Iya lagi kepingin, dari tadi kan aku makannya sedikit.” “Tadi sudah minum obat lagi belum?” “Sudah kok, ini karena kamu makan saja makanya aku jadi kepingin juga.” “Iya, kalau mie itu memang menggugah selera. Asal jangan keseringan saja.” “Bukannya kamu yang sering makan mie?” Rena memperlihatkan deretan giginya. “Tapi sekarang jarang kok, sejak tinggal sama kamu di sini aku baru ini makan mie.” “Bagus, jadi kesehatan kamu lebih terjamin kalau di sini.” “Hmmm, benar. Karena aku tidak mungkin memasak mie untuk kamu setiap hari.” “Iya, nanti usus aku bisa keriting karena makan mie.” Aurora mulai memakan mie buatannya. Mie yang begitu nikmat dan lezat ini membuat

