“Ayo Ren,” ucap Aurora yang baru saja keluar dari kamarnya. “Pelan-pelan saja Ra. Jadwal kamu pagi ini kosong kok.” “Iya, tapi kan aku harus selesaikan semua pekerjaan sebelum jam makan siang Ren, kita kan mau ke butik sama ke restoran.” “Iya, tenang saja. Hari ini pekerjaan kamu tidak terlalu banyak kok. Kalau nggak salah sih cuma dokumen yang kamu tanda tangan itu saja.” “Luke mau kerjasama dengan butik. Nanti kalau ada email masuk kamu beritahu saya ya.” “Butik kamu yang itu?” “Iya memang yang mana lagi Ren?” Rena memperlihatkan deretan giginya lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil. “Sarapan dulu saja Ra. Kamu kalau sudah di kantor suka lupa makan deh.” “Iya Ren, kamu cerewet sekali seperti Bibi Cahaya.” “Eh, ngomong-ngomong Bibi Cahaya, aku jad

