“Kamu yakin tidak mau nambah lagi makanannya?” tanya Aurora. “Tidak, terima kasih. Next aku akan ke sini lagi untuk mencoba menu yang lainnya,” ucap Kevin. “Saya mau Bu, kalau Pak Kevin tidak mau,” goda Rena. “Yakin? Kamu makan paling banyak dan masih laper? Kecil-kecil perutnya karet juga ya ternyata,” ujar Aurora hingga membuat Rena tertawa. “Bukannya karet Bu, tapi dari plastik. Siapa suruh makanannya enak-enak bikin mulut tidak bisa berhenti makan,” ucap Rena. “Kalian berdua lucu sekali. Jarang lho ada sekretaris sama bos seakrab kalian. Jadi sudah bukan seperti atasan dan bawahan lagi,” ucap Kevin. “Hmmm, kamu benar. Hanya dia satu-satunya orang yang bisa membuat otak tenang. Rena itu memang sekretaris yang berbeda. Dia bukan hanya seorang sekretaris yang hebat

