Redamancy~08

1779 Kata

Lucia menghela nafas pelan saat pria yang dikenalnya sebagai ayah dari Adelio mengundang mereka untuk menikmati teh di siang hari ini tepatnya di belakang kediaman Duke Fhilip. Lucia tidak menyangka bahwa hubungan anak dan orangtua kedua pria ini ternyata sangat canggung membuat atmosfir terasa membosankan bagi Lucia di tengah kecanggungan itu.  Tidak ada pembicaraan apapun yang terbuka sedaritadi dikarenakan kedua pria tersebut sibuk saling melempar tatapan tajam seolah mereka sedang berkomunikasi lewat mata saja. Jika begini sebenarnya Lucia lebih memilih pergi melihat keadaan Fhilip yang katanya belum sadar juga, jadi saat tetua tersebut terbangun dan kembali melihatnya mungkin saja akan kembali menutup matanya tetapi, untuk waktu yang sangat lama sampai jiwa kejamnya terbang ke neraka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN