Lucia terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi yang cukup mengganggu tidurnya tersebut membuat Lucia menoleh kesamping kasur yang ternyata tidak terdapat sosok suaminya Adelio. "Kau terbangun ?" Suara Adelio yang baru saja di carinya itu membuat Lucia berbalik menatap seluruh ruang peraduan mereka yang masih remang - remang, karena pencahayaan yang minim di bantu oleh lilin yang terpasang di dinding, tidak sepenuhnya di nyalakan. Terdapat dalam penglihatan Lucia bahwa pria yang berstatus suaminya terlihat sibuk memakai setelan pakaiannya di depan cermin dan hal itu berhasil memancing kerutan pada keningnya. "Kau mau kemana ? Apa sudah pagi ?" Tanya Lucia dengan suaranya yang serak ssembari bangun dari posisi berbaringnya. "Belum. Tidurlah lagi Lucia, aku ada urusan mendadak dan haru

