Setelah malam yang dipenuhi dengan dekapan mesra, Ken memutuskan untuk mempersingkat masa penyelidikan atas kasus yang menyeret nama kekasihnya dan Elo. Ia pun mengatakan bahwa lelaki keji itu telah melontarkan fitnah dan mulutnya sangat mengkhawatirkan. Karena didukung oleh bukti-bukti, dan saksi yang kuat, serta tak terbantahkan, Jami pun dapat mengajukan permintaan Ken Arashi. Saat itu ia mengatakan bahwa dalam urusan ini, Kalila lah yang harus kuat. Sebab di persidangan nanti, laki-laki bermulut iblis ini pasti akan mencerca dan membuat kegaduhan untuk mengguncang mental wanita berlesung pipi dalam tersebut. "Bagaimana dengan pengacaranya?" tanya Ken dalam diskusi panas di ruangannya. "Sama seperti dia, kita juga memiliki orang ahli, bukan?" tanya Jami sambil menatap tajam. "Lagipul

