Ken sangat mencintai Kalila. Ia telah siap dengan segala strategi dan konsekuensinya. Bukannya mundur, ia malah maju dengan segenap keberanian yang telah ia kumpulkan sejak lama. Rasanya, mati pun tidak akan jadi masalah. Tetapi Ken tak ingin semua itu terjadi. Sebab, Kalila bisa benar-benar bisa menjadi gila. Tanpa sepengetahuan wanita berlesung pipi dalam tersebut, Ken mengajak tuan Husain untuk berbicara bersama Jami dan Wisnu. Malam pernikahan yang seharusnya dihiasi dengan senyum, tawa, dan kegembiraan, kini berubah muram. Bahkan, bibir Ken yang sejak kemarin mengembang, kini tampak kuncup dan wajahnya menegang. Sekarang Ken mengerti, mengapa kekasihnya memilih kebaya dan gaun pernikahan berwarna hitam. Rupanya, begitulah isi hati Kalila mengenai hari membahagiakan tersebut. Awaln

