Pelukan Mesra

1737 Kata

Sudah dua tahun lamanya, hati Kalila teriris dan terluka. Kini, Ken seperti tengah memeras jeruk nipis di atas luka menganga di dalam hatinya. Meskipun tidak disengaja, tetapi Ken telah membuatnya merintih dalam air mata yang jatuh ke dalam dadaa. Bibir itu terus bergetar menahan kepedihan. Ia ingin sekali marah dan menjerit, tapi tak tahu kepada siapa. Di sisi lain, Ken tampak tidak seirama dengan wanita asing itu. Namun di lain sudut, mereka terlihat begitu akrab dan saling mengenal dengan baik. Bahkan mata wanita asing itu, tampak memuja Ken Arashi. "Non, kenapa?" tanya bibi sambil mengikuti Kalila. Kalila hanya menggeleng tanpa ingin menjawab. Ia meneruskan langkah menuju kamar Ken Arashi untuk mengambil tasnya. Rencananya, setelah ini ia akan segera meninggalkan kediaman kekasihny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN