Malam Pertama

2196 Kata

Kalila bagaikan matahari, tapi dia juga seperti hujan. Terkadang dia adalah penerang dengan cahaya yang cantik, tetapi juga malam yang menyimpan banyak kesedihan. Di dalam kelopak matanya yang besar, tersimpan ribuan bulir-bulir air mata yang siap untuk tumpah. Namun, Ken berjanji akan menahan bendungan kecil itu agar tak runtuh. Ia ingin menjadi sumber senyuman bagi wanita berlesung pipi dalam tersebut. Sambil melangkah masuk ke dalam kediaman yang masih terkesan seru dan ramai, Kalila disambut hangat oleh pelukan sang mama. Ucapan selamat dan kata penguat, diutarakan dengan bahasa cinta. Kalila pun dapat merasakan kasih sayang dari semua orang yang berada di sekelilingnya. Setibanya di dalam kamar pengantin, Wisnu pun menunjukkan dirinya. Selama ini, Kalila tidak mengetahui bahwa pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN