Lena Terkapar

1004 Kata

Sejak semalam tak ada satupun keluarga Lena yang melihat kondisinya, hingga pagi ini saat semua berkumpul di meja makan untuk sarapan. Iyan masih bingung dengan kejadian semalam, begitu pun juga istrinya yang bingung kenapa bisa ada sebuah ledakan di kamar pemujaan. "Nyonya, apa Non Lena belum bangun?" tanya Bibi menyadarkan mereka semua. "Loh iya, kenapa Lena belum juga turun? Gak mungkin kalau anak itu belum bangun dari tidurnya," jawan Iyan terkejut. "Sejak tadi, Bibi belum melihat Non turun, Nyonya, Tuan." "Kalau begitu, tolong ke atas, Bi. Suruh Lena turun dan sarapan, kalau belum bangun ya tolong bangunkan dulu," perintah Aira. "Baik, Nyonya. Permisi." Bibi berlalu pergi, melangkahkan kakinya ke kamar Lena. Mengetuk pintu agar tak dianggap lancang, namun sudah beberapa kali tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN