“Terserah kamu saja Mita. saya hanya mengatakan pendapat saya tentang mimpimu itu, bukannya tadi kamu yang bertanya?” “Iya juga, buat apa aku meyakini pendapatmu. Kamu kan bukan ahli tafsir mimpi,” kata Mita. “Lalu kenapa kamu bercerita dan meminta di artikan mimpinya, dasar wanita aneh.” “Kamu lebih aneh dariku.” “kamu .... !!” “Berdebat denganmu aku jadi merasa lapar,” kata Mita. “Makan sana.” “Apa kamu tidak mau menemaniku makan?” “Tidak ada yang bisa kita makan. Hanya ada cemilan di kulkas,” kata Kevin. “Apa kamu mau ramen? Aku akan memasaknya 2 jika kamu mau.” Kevin kembali menoleh pada Mita. “Masak saja jika kamu berani makan di hadapanku, setelah pengorbananku menjagamu seharian ketika sakit kemarin. Berani kamu memakannya?” “Kamu selalu mengungkitnya.” Kata Mita sambil

