Sore harinya Arman menelpon Mita. “Hallo ... ?!!!” “Iya hallo Ar,” “Bagaimana keadaanmu sekarang?” “Alhamdulillah sudah enakan perutnya, tapi kepalaku masih pusing, badanku juga masih lemas.” “Apa obatnya sudah kamu minum?” “Belum aku minum lagi sih, nanti akan aku minum setelah makan.” “Kamu belum makan lagi?” “Belum, sebentar lagi aku makan. Aku sedang tidak nafsu makan, lidahku masih terasa pahit.” “Tuh kan baru sembuh sedikit sudah nunda-nunda makan lagi. Jangan begitu dong. Ayo bilang kamu mau makan apa biar aku pesenin.” “Beneran?” “Bener, tapi kamu langsung makan ya.” “Yeah ... !! aku seneng banget. Iya aku nanti langsung makan.” “Jadi mau apa?” “Mauuu .... ” Mita terdiam sejenak memikirkan makanan apa yang mampu membangkitkan selera makannya. “Mau ramen.” “Apa? Ramen

