Bab 87.

1929 Kata

“Kalau kamu berubah pikiran, hubungi aku. Akan kuminta Indah untuk mencarikan tiket untukmu.” Kansa menjawab dengan anggukan kepala. “Ya sudah, aku berangkat dulu.” Kansa kembali mengangguk. Refleks, tangan kanan Kansa terangkat. Seperti biasa, Kansa hendak meraih tangan kanan Sultan, namun kesadaran membuat Kansa berakhir mengepal tangan kanannya. Detik berikutnya, gadis itu menarik turun tangannya. Urung mencium punggung tangan sang suami yang akan pergi beberapa hari ke luar negeri. Sebuah mobil sudah terparkir di depan teras. Siap untuk mengantar sang pemilik ke bandara. Kansa sedikit tersentak ketika Sultan menarik tubuhnya lalu memeluknya. Beberapa detik kemudian Kansa merasakan kecupan di puncak kepalanya. Satu kali, dua kali. Tiga kali. “Baik-baik di rumah sama ibu.” “Iya.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN