Nabila mengepal kuat dua tangannya. Kulit wajah wanita itu sudah berubah merah padam. “Pulang,” usir Darius. “Kamu …." Nabila menggeram tertahan. "Aku sehat. Sel telurku sehat. Kamu yang mandul.” Nabila tidak rela dikatakan sel telurnya busuk. Dia jelas sehat. Gerak cepat d*da wanita itu menunjukkan jika sang model sedang benar-benar emosi. “Aku juga sehat.” Darius pun tidak terima. Enak saja sp*rmanya disalahkan gara-gara Nabila masih belum hamil. Dua orang itu saling tatap dengan tatapan penuh emosi. Sampai kemudian Darius yang memutus pautan mata mereka terlebih dahulu. Kepala pria itu menggeleng. “Kurasa aku sudah salah karena mencintai perempuan seperti kamu, Nabila.” “Perempuan sepertiku? Seperti apa maksudmu?” “Kamu tidak bisa menghargai perasaan orang lain. Kamu egois. Kamu h

