Bab 126.-3

764 Kata

Sultan sebenarnya malas menjawab pertanyaan adiknya. Untuk apa adiknya bertanya tentang keberadaannya. Tidak biasa. Biasanya Mariana menghubungi hanya ketika ia lupa belum mengirim uang jajan gadis itu. Ya, seperti itulah hubungan kakak beradik mereka. Dari dulu mereka tidak pernah benar-benar dekat, meskipun ia menyayangi adiknya itu. “Di luar.” “Di luar negeri?” tebak Mariana dengan sepasang mata membesar. Mariana langsung merapatkan sepasang bibirnya saat menyadari sudah bersuara terlalu keras. Gadis yang masih berada di teras rumah itu menoleh ke arah pintu. Menghembus napas lega begitu menyadari tidak ada seorang pun terlihat. “Iya. Jangan minta beli macam-macam. Besok pagi aku sudah akan pulang. Tidak ada waktu belanja,” ujar Sultan. “Siapa yang mau minta oleh-oleh? Aku tidak min

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN