Ardian langsung menghentikan kendaraannya di depan restoran. Pria itu menoleh ke arah pintu masuk. Tanpa sadar Ardian mengumpat saat melihat seseorang muncul dari balik pintu kaca. Dengan cepat Ardian melepas seatbelt lalu mendorong daun pintu. Sama seperti Ardian, Sultan yang juga melihat pria yang akan ia temui keluar dari restoran, pria itu langsung menarik lepas sabuk pengaman, mendorong daun pintu lalu keluar. Satu tangannya mendorong daun pintu hingga tertutup tanpa membuang detik terlewat untuk mengayun cepat kedua kakinya. Ardian berlari. Pria itu menahan sebelah tangan orang yang baru keluar dari dalam restoran. “Sudah kubilang tunggu sebentar.” “Istriku di rumah sakit. Aku harus segera ke sana.” “Katakan padaku, apa ada yang sedang kamu coba sembunyikan?” Sultan menghadang la

