Bab 28.-2

710 Kata

“Siap, Pak.” Dengan senang hati Niken mengangguk. Gadis itu melepas tangan Kansa, kemudian beralih pada Adam yang diam menatap Sultan. “Ayo, Adam. Aku nebeng kamu, ya?” Meski tampak sedikit ragu, namun pada akhirnya Adam berjalan menjauh bersama dengan Niken menuju tempat mobilnya terparkir. Kansa menatap tak percaya Sultan. Tidak ada angin, tidak ada hujan, Sultan akan mentraktir dirinya dan kedua temannya? Di rumah saja pelitnya tidak ada tandingannya. Sumpah, Sultan orang paling pelit yang pernah Kansa kenal. Bayangkan, untuk makan saja pria itu tidak mau mengeluarkan uang. Tanpa sadar Kansa menarik napas dalam lalu menghentaknya. “Kenapa? Kamu marah karena tidak jadi kencan sama Adam? Benar, kan? anak laki-laki itu yang namanya Adam, kan?” Sultan tidak perlu bertanya siapa nama tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN