Duduk di atas kloset, Nabila terdiam menatap benda di tangannya. ‘TOK! TOK!’ “Nabila, kamu baik-baik saja?” Daada Nabila bergerak kentara ke atas, saat wanita itu memasukkan sebanyak mungkin oksigen melalui lubang hidung. Sepasang bibirnya masih terkatup rapat. Wanita itu menekan sepasang rahang yang terkatup. “Nabila,” panggil seseorang dari luar pintu toilet. Nabila mendengar, tapi, wanita itu sedang sangat kesal. Nabila meremas benda di tangan lalu melemparnya ke tempat sampah. Sayangnya lemparan itu meleset hingga suara ‘klotak’ terdengar ketika benda tak bersalah tersebut justru menghantam dinding sebelum terjatuh mengenaskan ke atas lantai. "Nabila,” panggil lagi wanita yang masih bertahan di luar pintu. “Diam! Aku lagi pusing.” Wanita itu menghentak keluar karbondioksida dari

