Dua Puluh Sembilan

1202 Kata

"Mengapa aku sangat risau?" “Please Ri, bantuin aku dong! Sekali aja ketemu sama Gunawan.” Mohon Tara pada Gauri. Badan Gauri yang sejak awal sedang lemas semakin tidak bertenaga melihat Tara yang terus memohon kepadanya. Si subur ini pintar sekali mencari waktu mendatangi rumahnya yang sepi. “Aku harus bilang berapa kali sih kalau si Gunawan itu megang-megang aku, Ra! Dan aku enggak suka?!” kesal Gauri dengan suara serak. Tara menggenggam kedua tangan Gauri erat. “Iya aku percaya, tapi please Uri… hanya sekali dan bertemu di tempat yang ramai! Ini demi kelangsungan pernikahan aku sama Mas Abra,” Gauri mendengus melepaskan tangannya dari genggaman Tara, membenarkan kompres di dahinya. “Ngapain sih ngotot nikah sama cowo kayak gitu? Di mana-mana laki yang emang niat nikahin perempuan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN