Tujuh Belas

1221 Kata

"Sungguh aku sayang kamu"  Gauri tersenyum melihat hasil foto produk terbarunya yang baru saja ia lakukan. Sejak pagi ia sudah sibuk membuat background sebaik mungkin untuk foto produknya. Setelahnya ia tinggal mengedit dan upload. Semoga saja banyak yang order dan kesibukannya semakin bertambah. Gauri bahkan lupa jika hari ini ia belum mandi, terbukti gadis itu masih mengenakan celana piyama yang dipadukan kaus kumel yang biasa ia gunakan untuk tidur. “Teh, ada makanan enggak?” tanya Shaka membuka ruang studio Gauri. “Bukannya Mama masak tadi sebelum ke pasar?” “Enggak ada, lapar euy!” “Bikin mie sana,” “Habis enggak ada uang.” Gauri menatap jengkel adiknya. Ia pun menyimpan kamera dan menuju dapur dengan diikuti Shaka dari belakang. Ia tahu jika Shaka tidak akan berhenti mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN