"Kata-katanya selangit" “Beneran kan Mas, Mas enggak akan ngebatalin pernikahan kita?” Tanya Tara pada Abra yang baru saja datang ke rumahnya. Abra mengangguk, lelaki itu menyalakan sepuntung rokok yang berada di tengah bibirnya. “Tapi kamu harus ngedeketin teman kamu itu Gauri dengan Gunawan,” “Lho? Kok gitu Mas? Lagipula Mas Gunawan kan udah di hajar sama Gauri,” “Justru itu, Gunawan semakin tertarik setelah ditonjok sama teman kamu itu,” Tara memberengut. “Tapi Gauri udah punya pacar!” Abra menghisap rokoknya kuat-kuat dan menatap Tara acuh. “Yah terserah kamu, kalau kamu tetap mau kita menikah, kamu harus dekatin Gunawan ke Gauri.” “Ih Mas, kok pernikahan kita tergantung mereka sih?” rengek Tara tidak terima. “Yah mau gimana lagi, modal buat nikahin kamu itu tergantung dari pro

