Empat Puluh Delapan

1046 Kata

"Ku akan tetap setia menunggumu" “Pak Ganendra?” Ganendra yang baru saja akan pulang ke rumah orangtuanya terkejut melihat Dinda yang memanggilnya. “Lho? Dinda ya?” “Bapak mau pulang?” Ganendra mengangguk bingung. “Kamu lagi ada perlu di kecamatan ini?” Dinda terdiam sebentar, memainkan jari tangannya dengan gelisah. “Dinda?” tanya Ganendra pada Dinda yang terlihat gelisah. “Hmm… ini Pak, saya… sa-saya…mau ketemu Bapak sebenarnya,” “Ketemu saya? Kenapa?” Wajah Dinda merona. Ia memang nekad mendatangi kantor kerja Ganendra karena mereka terakhir bertemu beberapa minggu yang lalu di Bali. “Apa.. enggak boleh?” tanya Dinda dengan suara kecil. Ganendra menghela nafas, sepertinya Pak Anwar tidak memberitahu Dinda mengenai statusnya yang akan menikah. “Bukannya tidak boleh hanya saja,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN