"Kuingin kau menjadi istriku" Suara pekikan kagum terdengar dari suara Mama dan Zahra yang mendampinginya di ruang make up. Gauri yang sempat tertidur ketika di make up segera membuka mata dan menatap dirinya sendiri di depan kaca. Gauri terkesiap menatap dirinya yang sudah siap dengan balutan gaun pengantin dlengkap dengan make up yang sudah cantik di wajahnya. Ia merasa pangling dan terpesona dengan penampilannya. Jika dulu ia mengenakan kebaya lengkap dengan siger, kini ia menggunakan gaun pengantin muslimah bak Barbie bernuansa pink ungu dan jilbab yang sudah ditata berhiaskan mahkota di kepalanya. “Teteh geulis pisan!!” puji Mama memegang kedua bahu Gauri. Gauri memegang tangan Mama yang tersampir dipundaknya, seakan dengan menyentuhnya ia tersadarkan jika ini bukanlah mimpi. D

