Nandini pun masih asyik bercerita sambil di suapin oleh Jordhan. Sesekali terdengar tawa renyah dari bibir mungilnya. Xavier mengintip dari celah pintu, ia dapat melihat tawa Nandini hingga lesung pipinya terlihat. Xavier tak sadar ikut tersenyum. Kala melihat senyum tulus Nandini yang sepertinya tidak ada beban sama sekali. Jordhan benar jika dia tidaklah bersalah, dan tidak seharusnya ia melampiaskan kemarahannya pada gadis itu. Lagian jika Xavier lihat, Nandini gadis yang cantik, lugu dan juga baik berbeda dengan Meylan. "Huft," Xavier pun berlalu dari sana. "Tadinya aku ingin memberi hukuman pada gadis itu, tapi sepertinya harus aku simpan dulu hukumanku," lirih Xavier. Pria itu pun langsung pergi menuju perusahaan. Tanpa sarapan terlebih dahulu. Ia akan makan di perusahaan saja.

