Kekejaman Xavier

1016 Kata

Pagi pun datang, mentari menyambut datangnya pagi. Udara sejuk serta kicau burung menemani naiknya sang mentari menyapa alam bumi. Dua minggu sudah Nandini berada di Mansion mewah itu. "Huft selamat datang pagi. Ini hari ke empat belas aku tinggal di sini, dan kelakuan tuan itu semakin dingin bak es yang berada di freezer sebuah kulkas. Aku hanya sebentar merasakan bagaimana perlakuan manisnya, tapi sekarang dia kembali seperti itu," ucap Nandini lemah dan lesu. "Apa kepalanya terbentur ya pas dia berangkat bekerja? Atau otaknya ada yang konslet sehingga membuatnya menjadi miring sebelah?" Lanjut Nandini berbicara pelan karena takut ada yang mendengar terus mengadukannya pada pria dingin itu. Nandini terus berceloteh sambil bersih-bersih. Dia terus menggerutu karena perubahan sikap X

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN