Arga mengernyit melihat istrinya sedang duduk berdua dengan seorang pria di sebuah cafe yang terletak di sebrang gerbang dua kampus. Tapi karena ia harus menemui teman lamanya di sana yang sudah pasti menunggunya, membuatnya mengurungkan niat untuk menghampiri istrinya. Ia akhirnya hanya berlalu tanpa menegur gadis itu. Namun saat langkahnya ingin menuju meja di mana temannya sudah memesan tempat, ia terhenti mendengar panggilan Rachel yang sangat ia kenali, meski harus ditambah dengan sebutan Pak diawal, demi menghindari pemikiran negatif dari orang yang mungkin saja mengenal mereka dan ekbetulan di cafe itu. Ia membalikkan tubuhnya untuk menatap Rachel yang kini sudah berdiri di depannya dengan senyuman manis gadis itu. Keceriaan alami muncul di wajah gadis itu hingga Arga mendelik mena

